REKAYASA LINGKUNGAN TERMAL LARUTAN NUTRISI PADA BUDIDAYA TANAMAN TOMAT SECARA HIDROPONIK

Abstrak. Zone cooling diterapkan untuk mendinginkan suhu pada daerah perakaran pada tanaman tomat yang dibudidayakan secara hidroponik. Percobaan dilakukan dengan tiga perlakuan, yaitu pendinginan larutan nutrisi siang malam, pendinginan malam dan tanpa pendinginan. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan tanaman tomat dan kualitas buah tomat yang dihasilkan serta perubahan suhu larutan nutrisi harian selama pertumbuhan tanaman. Pada penelitian ini dilakukan juga analisis pindah panas pada pendinginan siang malam larutan nutrisi. Disamping itu dikembangkan juga sistem monitoring lingkungan mikro dengan menggunakan filed server (FS) untuk menentukan kebutuhan air dan nutrisi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan pendinginan
siang malam menunjukkan pertumbuhan tanaman yang relatif lebih cepat, dan buah tomat yang dihasilkan mempunyai kadar gula relatif lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. Analisis keseimbangan termal dan pindah panas terhadap model yang dikembangkan diselesaikan dengan metode numerik beda hingga Euler (finite difference method). Hasil validasi model diperoleh nilai koefisien determinasi pada tangki larutan nutrisi sebesar 0.748 dan pada bedeng tanaman sebesar 0.733. Dengan menggunakan IP Public pada monitoring dengan field server, parameter radiasi matahari, suhu udara dan kelembaban relatif dan kondisi tanaman bisa diketahui dan diakses secara online dengan jaringan internet.

Kata kunci : Pendinginan siang malam, zone cooling, larutan nutrisi, hidroponik, tomat.

Selengkapnya

This entry was posted in Publikasi Nasional, Publikasi Nasional, Tahun 2010, Tahun 2010. Bookmark the permalink.