
Author Archive: admin
Pelantikan Pejabat Struktural Pusat Kajian Hortikultura Tropika, LRI PGKH IPB
Masa tugas Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika saat ini (Prof. Dr. Awang Maharijaya, SP. M.Si.) berdasarkan Surat Keputusan Rektor IPB No: 164 Tahun 2022 tentang Penugasan Kepala Pusat pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor Periode 2022-2026 telah berakhir pada tanggal 22 Juli 2026. Untuk itu pada tanggal 24 Juli 2026 telah diadakan musyawarah pemilihan Kepala PKHT periode 2026-2030 yang dihadiri oleh Dewan Pembina, Pimpinan PKHT, Para Staf dan Peneliti PKHT. Berdasarkan pada musyawarah yang dilaksanakan tersebut, seluruh peserta musyawarah secara bulat bermufakat untuk memilih dan mengusulkan Dr. Willy Bayuardi Suwarno, SP. M.Si. sebagai Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), LRI PGKH IPB University masa bakti periode 2026-2030.
Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 Kepala dan Sekretaris Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), LRI PGKH IPB periode 2026-2030 di lantik oleh Rektor IPB di Ballroom Gedung Startup Center (GSC) IPB, Taman Kencana Bogor.



Edutalk “Beyond The Classroom”


IPB University bersama Komisi Informasi Pusat dan Bank BNI menyelenggarakan program Edutalk “Beyond The Classroom” di Kampus IPB Dramaga, Rabu (6/5). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong literasi informasi sekaligus memperkuat nilai transparansi publik di kalangan generasi muda.
Mengusung semangat keterbukaan informasi di tengah derasnya arus digital, workshop ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah hingga lembaga independen.
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Dr Purbaya Yudhi Sadewa, dalam sambutannya yang disampaikan melalui tapping video, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya menyambut baik kegiatan edukasi keterbukaan informasi ini sebagai momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai transparansi dan keterbukaan informasi publik, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui pemahaman yang baik, diharapkan lahir generasi yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam mengawal informasi publik,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di tengah disrupsi global. Mengacu pada laporan World Economic Forum, ia menyebutkan bahwa sekitar 22 persen pekerjaan diproyeksikan akan terdampak disrupsi hingga tahun 2030, sementara 170 juta jenis pekerjaan baru diperkirakan akan muncul.
“Permasalahannya bukan lagi soal akses informasi, melainkan kemampuan untuk mengolah dan memanfaatkannya. Kita telah memasuki era demokratisasi pengetahuan, siapa pun dapat belajar dari mana saja, termasuk melalui berbagai platform global,” jelasnya.
Ia menambahkan, IPB University terus mendorong pendekatan interdisipliner dalam pendidikan. Salah satunya melalui program studi Bioinformatika yang mengintegrasikan ilmu biologi dan komputasi, serta pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan, sensor, dan drone dalam sektor pertanian.
“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya IPK (indeks prestasi kumulatif) tinggi, tetapi juga kemampuan adaptasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Mahasiswa harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, bukan sekadar penghafal materi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Pusat, Samrotunnajah Ismail, SE, MSi, menyoroti tantangan literasi informasi di era digital. Ia menegaskan bahwa derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan verifikasi yang baik agar masyarakat tidak mudah terpapar informasi yang keliru.
“Generasi muda saat ini tidak hanya sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kemampuan literasi informasi agar dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” ungkapnya.
Dalam sesi talkshow yang dipandu Direktur Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni, Puji Mudiana, SP, MA, diulas strategi mengasah potensi di luar akademik di era keterbukaan informasi publik.
Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan tidak lagi semata akademik. “Kompetisi ke depan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir mandiri. Integritas dan keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme menjadi kunci,” ujarnya singkat.
Dari sektor industri, Deputy Director Stakeholder Engagement & Sustainability APRIL Group, Dian Novarina, menyoroti pentingnya membangun karier yang berkelanjutan di tengah perubahan. “Keberhasilan tidak hanya ditentukan hard skills, tetapi juga karakter, adaptabilitas, dan integritas. Leadership is earned through action,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager Divisi CX Center Bank BNI, Rahmat Pertinda, mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi di era digital. “Jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau data kartu kepada siapa pun. Kewaspadaan dan disiplin menjaga data adalah kunci mencegah kejahatan digital,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap generasi muda dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif dalam mendorong transparansi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem informasi yang terbuka, kredibel, dan berdampak. (AS)
sumber : IPB Today
The 9th International Symposium on Edible Alliums
IPB University menjadi tuan rumah The 9th International Symposium on Edible Alliums yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Simposium internasional ini berlangsung pada (16–19/9) dan menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 19 negara.
Acara ini diselenggarakan atas kerja sama International Society for Horticultural Science (ISHS) dengan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB University.
Simposium ini dihadiri peserta dari Asia, Eropa, Afrika, Oseania hingga Amerika, yang menunjukkan pentingnya komoditas bawang-bawangan (alliums) dalam menjawab tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, serangan hama, hingga kebutuhan inovasi berkelanjutan.
Dalam acara pembuka di IPB International Convention Center (IICC) Bogor (16/9), Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya forum ilmiah bergengsi tersebut.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah pertemuan internasional ini di IPB University. Simposium ini bukan sekadar pertemuan ilmiah biasa, tetapi bagian dari tradisi panjang yang telah berlangsung sejak 1994 di Mendoza, Argentina, dan berkelanjutan di berbagai negara,” ujarnya.
Prof Ernan menekankan bahwa Bogor merupakan lokasi tepat untuk forum ilmiah ini karena dikenal sebagai pusat riset pertanian dan biologi di Indonesia.
Sementara itu, Kepala PKHT IPB University, Prof Awang Maharijaya, menegaskan pentingnya bawang merah dan bawang putih bagi Indonesia, bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi juga bagian dari budaya, kuliner, dan ekonomi keluarga.
“Ketika terjadi masalah produksi bawang, pemerintah langsung khawatir karena dampaknya luas. Oleh karena itu, kami berharap simposium ini memberi kesempatan bagi peneliti Indonesia untuk belajar dan berkolaborasi dengan para pakar dunia,” jelasnya.
Simposium dengan tema “Sustainable Alliums for a Bio-Based Future” menghadirkan 13 pembicara undangan yang menyampaikan kuliah pleno dan keynote lecture, serta 35 presentasi oral dan 18 poster penelitian. Topik yang dibahas mencakup pemuliaan genetik, kesehatan tanaman, sistem produksi, pascapanen, sosial-ekonomi, hingga pertanian cerdas berbasis iklim.
Peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan lapangan ke Balai Penelitian Sayuran di Lembang, Bandung dan Rumah Bawang PT East West Indonesia pada hari ke-3 (18/9).
Selain menjadi ajang berbagi ilmu, simposium ini juga menjadi momen penghormatan bagi mendiang Dr Sjaak Van Heusden, pakar genetika dan pemuliaan bawang yang kontribusinya menjadi fondasi riset bawang dunia.
Prof Awang menutup dengan menegaskan “Simposium ini lebih dari sekadar pertemuan ilmiah. Ini adalah wadah kolaborasi, jejaring, dan pertukaran ide inovatif untuk masa depan penelitian allium.”
Tidak hanya memfokuskan pada aspek riset, simposium ini juga membuka ruang diskusi terkait kebijakan pangan, rantai pasok, hingga pemberdayaan petani kecil. Forum ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peneliti muda Indonesia untuk aktif berkontribusi di kancah global serta memperluas jejaring kolaborasi riset lintas negara. (Fj)
sumber dari :
Kunjungan Tamu dari BRIN dan Rutgers -The State University of New jersey
Dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan kerja sama cabai antara BRIN dan Rutgers -The State University of New Jersey serta kerjasama antara BRIN dan IPB University untuk membahas perkembangan kegiatan dengan Prof. Dr. Ilya Raskin (Rutgers University) dan prof. Dr. Vyachleslav Dushenkov (City University of New York/CUNY).
Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 28 oktober – 2 November 2024 dengan agenda pertemuan pembahasan perkembangan kegiatan kerjasama riset cabai antara BRIN-Rutgers dan BRIN-IPB University, antisipasi kendala dan potensial solusi, rencana tindak lanjut, sharing knowledge pemaparan oleh mitra USA sebagai narasumber berupa hybrid mengundang peneliti lain.
Berikut kunjungan ke Kebun Percobaan PKHT Tajur, Bogor.



