GOODBYE TO GAMBOGE DISORDER

Penyakit getah kuning (gamboge disorder) saat ini masih menjadi masalah utama pada industri buah manggis di Indonesia. Getah kuning merupakan salah satu penyebab rendahnya mutu buah sehingga tidak layak ekspor.

Prof. Dr. Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc ialah penemu inovasi yang dapat mengendalikan dan menemukan penyebab penyakit getah kuning pada buah manggis.

Berdasarkan penelitiannya, aplikasi Kalsium dan Boron di daerah perakaran tanaman manggis pada fase perkembangan buah dapat menurunkan cemaran getah kuning.

Kelebihan dari inovasi ini ialah dapat meningkatkan mutu buah dan memperbesar potensi ekspor dengan bahan baku yang murah serta mudah didapat.

Penelitian pendukung: Control of gamboge disorder and improved quality of mangosteen fruit through application of two calcium sources in different dosage

Pepaya Callina bukan pepaya impor!

Pepaya Callina (IPB 9) – bukan pepaya impor!

Pepaya yang berbentuk silindris dengan bobot rata-rata 1 kilogram ini banyak diminati masyarakat karena ukurannya tidak terlalu besar sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

Rasa yang manis, tekstur yang renyah dengan warna daging jingga cerah mampu meningkatkan minat petani lokal Indonesia untuk membudidayakan buah tropis ini. Selain itu, pepaya Callina dapat bertahan lama hingga 1 minggu pada suhu ruang.

Sayangnya masih banyak yang salah menyebut bahwa pepaya ini adalah pepaya impor asal California.

Faktanya, pepaya Callina merupakan hasil pemuliaan Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS. beserta tim dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika selama 7 tahun dan telah dilepas pada tanggal 26 Mei 2010.

artikel terkait:

Brand Pepaya Calina

Pepaya Callina (IPB-9)

https://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/07/27/loyssl-siapa-bilang-pepaya-california-dari-as-pakar-ipb-yang-merekayasa-kok

https://nasional.kompas.com/read/2010/06/24/09412136/Sriani..Memuliakan.Buah.Tropika

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendanaan Inovasi Industri dan Inovasi Perguruan Tinggi

PicsArt_04-17-01.13.39

Jakarta (17/4) Wakil Rektor Bidang Inovasi, Bisnis, dan Kewirausahaan Prof. Dr. Erika Budiarti Laconi, MS bersama dengan tim start up Pusat Bibit Buah Nusantara menghadiri acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pendanaan Inovasi Industri dan Inovasi Perguruan Tinggi di Auditorium BPPT, Jakarta. Acara bertema “Mendorong Hilirisasi Inovasi Teknologi Hasil Penelitian dan Pengembangan Dalam Negeri serta Meningkatkan Kapasitas Industri Nasional” merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan inovasi teknologi di Indonesia.  Pusat Bibit Buah Nusantara merupakan sebuah start up industri pengembangan bibit buah tropis yang dikelola secara professional oleh PT Botani Seed Indonesia (anak perusahaan PT BLST – Holding Company milik IPB) dengan PKHT LPPM IPB. Pusat Bibit Buah Nusantara diharapkan dapat menjadi pembibitan buah terstandarisasi dengan infrastruktur yang memadai dan dapat menjadi contoh sistem perbenihan/pembibitan buah nasional.Dalam acara tersebut, juga digelar pameran produk inovasi yang difasiitasi oleh Kemenristekdikti melalui Ditjen Penguatan Inovasi. Pameran tersebut bertujuan memberikan informasi tentang perkembangan kemitraan yang telah terbangun selama ini, serta memberikan informasi kepada masyarakat, sudah sejauhmana hasil-hasil inovasi yang telah dicapai oleh para peneliti. Terdapat 11 produk dari berbagai budang antara lain pangan, energi, hankam, TIK, transportasi, material maju, bahan baku, dan kesehatan obat.

Inovasi Industri PicsArt_04-18-09.00.16

Brand Pepaya Callina

Pepaya Callina PKHT terpilih  sebagai salah satu dalam “Terobosan Inovasi Indonesia 2015” dari Kemenristekdikti dalam kategori Ketahanan Pangan.

Brand Pepaya Callina

Latar Belakang

Pepaya (Carica papaya l.) merupakan salahsatu tanaman buah tropis yang populer di masyarakat. Konsumsi pepaya nasional menempati urutan kedua setelah pisang. Sumbangan varietas ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomisnya sehingga daya saing buah pepaya yang berkualitas akan meningkat dan pendapatan petani juga meningkat  serta akan mempercepat laju pembangunan pertanian khususnya di sektor buah-buahan.

Manfaat Pepaya Callina

  • Untuk konsumsi dengan daging buah pepaya yang tebal dan renyah dan keragaan tanaman yang rendah.
  • Mengembangkan buah pepaya yang memenuhi standar kualitas konsumen dan berdaya saing tinggi.
  • Meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap pepaya.
  • Mengurangi impor buah.

Keunggulan 

Teknologi

  • Tanaman bersari bebas
  • Beradaptasi luas, baik di dataran rendah tinggi

Efisiensi/Produktivitas

  • Umur genjah, dapat mulai panen pada umur 7-8 bulan setelah tanam.
  • Produktivitas tinggi dengan potensi hasil mencapai 70 kg/pohon.

P60217-094643

Field Test (Uji Lapangan) 

Pepaya Callina telah menyebar di seluruh Indonesia dan di masyarakat, dikenal sebagai Pepaya California.

Pemasaran

Lisensi produksi dan pemasaran benih telah dilakukan bersama dengan CV. Jogja Horti Lestari dan PT. Bogor Life Science Technology.

P60217-094725

Investor

Kerjasama produksi dan pemasaran benih melalui sistem lisensi

Agent-Distributor

Kerjasama pemasaran untuk agent dan distributor di seluruh Indonesia.

Lain-lain

Peningkatan kemitraan dengan stakeholders (petani produsen, pedagang, pemerintah, perguruan tinggi lain) dengan konsep Revolusi Oranye.

P60217-094714

Innovator Pepaya Callina

  1. Prof.Dr. Sriani Sujiprihati, MS
  2. Endang Gunawan, SP, MSi
  3. Kusuma Darma, SP, MSi

Peresmian “Pusat Bibit Buah Nusantara Sebagai Pilar Revolusi Oranye”

Pusat Bibit Buah Nusantara Sebagai Pilar “Revolusi Oranye” 

Subang-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Pusat Bibit Buah Nusantara yang merupakan pilar “Revolusi Oranye”, pada Selasa (12/12/2017) di Desa Curugrenden, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Revolusi Oranye adalah program nasional peningkatan daya saing buah nusantara dengan visi mengupayakan kemandirian konsumsi buah nasional, tidak bergantung pada impor serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir besar buah-buahan tropis di Asia Tenggara pada tahun 2025 dan dunia pada tahun 2045.

Revolusi Oranye

Pada acara peresmian, Nasir mengharapkan bibit buah unggulan sebaiknya tidak diekspor, melainkan produk dari bibit buah saja yang diekspor. Menurutnya, jika kebanyakan ekspor, kemungkinan di tahun-tahun mendatang kita bisa menjadi importir negara lain. Nasir juga menyampaikan pentingnya standarisasi mutu bibit buah, hal ini agar konsumen di Indonesia bisa melihat buah yang baik.

“Banyak para peneliti kita yang menahan hasil penelitiannya agar tidak ditiru orang lain, inovasi yang tidak dikormesialisasikan, itu kurang bagus,” ungkap Nasir.

Senada dengan Menristekdikti, Rektor IPB Herry Suhardiyanto memiliki keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara exportir buah-buahan berkualitas. “ Jika kita bisa menghasilkan buah tropika asal nusantara, kemungkinan besar kedepannya kita akan menjadi eksportir yang berkualitas,” ujar Herry.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan bentuk skema pendanaan Inovasi Perguruan Tinggi di industri ini adalah ‘Teaching Industry (Pembelajaran Berorientasi Industri), yang merupakan tempat pengembangan produk-produk inovasi dalam skala terbatas, dan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran tentang proses industrialisasi bagi para dosen, mahasiswa dan masyarakat.

“Untuk itu, Teaching Industry ini diharapkan dapat mendekatkan aktivitas belajar-mengajar pada pendidikan tinggi dengan kegiatan atau praktek yang biasa dilakukan di industry,” tutur Jumain Appe.

Ke depannya, di lokasi Pusat Bibit Buah Nusantara selain dikembangkan sebagai lokasi program ‘teaching industry’ dan berbagai bentuk pelatihan, juga akan dikembangkan lebih lanjut dan lebih luas menjadi ‘Fruit Paradise’ yang merupakan percontohan Orchard buah varietas unggul nasional, dan wahana ‘eduagrotourism’ berupa wisata pendidikan, pertanian dan umum.

Revolusi Oranye memiliki misi secara konsisten dan terus menerus memproduksi dan menyediakan produk buah nusantara yang berkualitas tinggi, memiliki nilai tambah dan kompetitif untuk pasar domestik dan internasional. Berdasarkan hasil riset strategis pengembangan buah unggulan nasional, Tim Kerja Revolusi Oranye menyimpulkan paling tidak ada 6 pilar yang harus dikuatkan untuk mencapai visi dan misi Revolusi Oranye, antara lain:

(1) Adanya Varietas Buah Unggul yang sesuai dengan Preferensi Pasar;

(2) Pengembangan Industri Pembibitan yang tepat varietas dan kualitas dengan skala industri;

(3) Penerapan Teknologi Budidaya berbasis Kawasan/Orchard;

(4) Pengembangan Cool Chain System dalam kegiatan Logistik;

(5) Pengembangan Pasar domestik dan ekspor serta

(6) Tumbuhnya Agroindustri buah Tropis.

Press Release Pusat Bibit Buah Nusantara sebagai Pilar “Revolusi Oranye”  bisa dilihat di :
Nursery Project_PRESS RELEASE

Berita Peresmian “Pusat Bibit Buah Nusantara Sebagai Pilar Revolusi Oranye”bisa di lihat di :

Brand Fruit Talk Softcandy

PKHT terpilih  sebagai salah satu dalam “Terobosan Inovasi Indonesia 2015” dari Kemenristekdikti dalam kategori Ketahanan Pangan.

Brand Fruit Talk Softcandy Buah Nanas dan Pepaya

Latar Belakang

Upaya diversifikasi produk olahan buah nanas dan pepaya, dibutuhkan suatu inovasi pengolahan yang dapat memberikan nilai tambah dan fungsi pada produk olahan buah nanas dan pepaya.

Softcandy buah nanas dan pepaya lebih tahan lama dibanding buah segarnya. selain itu, diperkaya dengan ekstrak rumput laut sebagai sumber serat tambahan, sehingga dapat dikategorikan sebagai healthy food.

Keunggulan
Teknologi

  • Camilan buah sehat dengan vitamin dan serat alami tinggi
  • Sumber serat alami (Dietary fiber) dari buah asli dan karagenan/rumput laut

Efisiensi/Produktivitas
Memanfaatkan daging buah nanas dan pepaya utuh dengan tambahan sedikit gula tanpa perisa buah tambahan dan pengawet. Rendemen mencapai 40%.

Tingkat Komponen dalam Negeri

  • Bahan baku yang digunakan yaitu buah pepaya, nanas, gula pasir dan rumput laut (karagenan)
  • Bahan baku buah nanas dan pepaya melimpah sepanjang tahun
  • TKDN100%

Field Test (Uji Lapangan)

Produk ini sudah dilakukan field test market melalui Serambi Botani (gerai IPB), berbagai pameran buah dan pameran produk-produk inovatif, kios inovasi dan pameran Higher Education Expo. Sebagain besar costumer suka dengan produk ini. Produk ini sudah dilakukan pengujian umur simpan terkait ketahanan produk selama penyimpanan, agar kualitas dapat terjaga meski tanpa bahan pengawet.

Teknis 

  • Produk ini diproduksi dibawah pengawasan Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB
  • Produk ini sudah dilengkapi sertifikat Halal dan PIRT.

Pemasaran

Sebagai tahapan akuisisi pelanggan, terakhir kali mengikuti event pameran kios inovasi di Central Park dan living World Maret 2015.

Innovator
1. Prof. Dr.Ir. Ani Suryani, DEA
2. Ir. Nurlaila Abdullah, MSi
3. Prof.Dr. M. Firdaus, SP, MSi
4. Prof.Dr.Ir. Syafrida Manuwoto, MSc