The 9th International Symposium on Edible Alliums 

IPB University menjadi tuan rumah The 9th International Symposium on Edible Alliums yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. Simposium internasional ini berlangsung pada (16–19/9) dan menghadirkan lebih dari 150 peserta dari 19 negara.

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama International Society for Horticultural Science (ISHS) dengan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB University.

Simposium ini dihadiri peserta dari Asia, Eropa, Afrika, Oseania hingga Amerika, yang menunjukkan pentingnya komoditas bawang-bawangan (alliums) dalam menjawab tantangan global, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, serangan hama, hingga kebutuhan inovasi berkelanjutan.

Dalam acara pembuka di IPB International Convention Center (IICC) Bogor (16/9), Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya forum ilmiah bergengsi tersebut.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah pertemuan internasional ini di IPB University. Simposium ini bukan sekadar pertemuan ilmiah biasa, tetapi bagian dari tradisi panjang yang telah berlangsung sejak 1994 di Mendoza, Argentina, dan berkelanjutan di berbagai negara,” ujarnya.

Prof Ernan menekankan bahwa Bogor merupakan lokasi tepat untuk forum ilmiah ini karena dikenal sebagai pusat riset pertanian dan biologi di Indonesia.

Sementara itu, Kepala PKHT IPB University, Prof Awang Maharijaya, menegaskan pentingnya bawang merah dan bawang putih bagi Indonesia, bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi juga bagian dari budaya, kuliner, dan ekonomi keluarga.

“Ketika terjadi masalah produksi bawang, pemerintah langsung khawatir karena dampaknya luas. Oleh karena itu, kami berharap simposium ini memberi kesempatan bagi peneliti Indonesia untuk belajar dan berkolaborasi dengan para pakar dunia,” jelasnya.

Simposium dengan tema “Sustainable Alliums for a Bio-Based Future” menghadirkan 13 pembicara undangan yang menyampaikan kuliah pleno dan keynote lecture, serta 35 presentasi oral dan 18 poster penelitian. Topik yang dibahas mencakup pemuliaan genetik, kesehatan tanaman, sistem produksi, pascapanen, sosial-ekonomi, hingga pertanian cerdas berbasis iklim.

Peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan lapangan ke Balai Penelitian Sayuran di Lembang, Bandung dan Rumah Bawang PT East West Indonesia pada hari ke-3 (18/9).

Selain menjadi ajang berbagi ilmu, simposium ini juga menjadi momen penghormatan bagi mendiang Dr Sjaak Van Heusden, pakar genetika dan pemuliaan bawang yang kontribusinya menjadi fondasi riset bawang dunia.

Prof Awang menutup dengan menegaskan “Simposium ini lebih dari sekadar pertemuan ilmiah. Ini adalah wadah kolaborasi, jejaring, dan pertukaran ide inovatif untuk masa depan penelitian allium.”

Tidak hanya memfokuskan pada aspek riset, simposium ini juga membuka ruang diskusi terkait kebijakan pangan, rantai pasok, hingga pemberdayaan petani kecil. Forum ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peneliti muda Indonesia untuk aktif berkontribusi di kancah global serta memperluas jejaring kolaborasi riset lintas negara. (Fj)

sumber dari :

https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/09/pertama-digelar-di-indonesia-simposium-internasional-edible-alliums-jadikan-ipb-university-tuan-rumah/

 

 

Kunjungan Tamu dari BRIN dan Rutgers -The State University of New jersey

Dalam rangka kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan kerja sama cabai antara BRIN dan Rutgers -The State University of New Jersey serta kerjasama antara BRIN dan IPB University untuk membahas perkembangan kegiatan dengan Prof. Dr. Ilya Raskin (Rutgers University) dan prof. Dr. Vyachleslav Dushenkov (City University of New York/CUNY).

Kunjungan dilaksanakan pada tanggal 28 oktober – 2 November 2024 dengan agenda pertemuan pembahasan perkembangan kegiatan kerjasama riset cabai antara BRIN-Rutgers dan BRIN-IPB University, antisipasi kendala dan potensial solusi, rencana tindak lanjut, sharing knowledge pemaparan oleh mitra USA sebagai narasumber berupa hybrid mengundang peneliti lain.

Berikut kunjungan ke Kebun Percobaan PKHT Tajur, Bogor.

 

IPB University Luncurkan Mesin Fertigasi Nutriferads: Solusi Inovatif untuk Meningkatkan Produktivitas Hortikultura

Bogor, 20 Maret 2024 – IPB University hari ini meluncurkan Mesin Fertigasi Nutriferads, sebuah terobosan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya hortikultura di Indonesia. Mesin ini merupakan bagian integral dari Decision Support System (DSS) untuk irigasi dan fertigasi, yang memungkinkan pengelolaan air dan pupuk yang presisi dan optimal di lapangan.

Acara launching yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Tajur, Pusat Kajian Hortikultura IPB ini dihadiri pihak LPDP Kementerian Keuangan RI, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Perwakilan Kementerian Pertanian, Para pejabat di lingkungan IPB, beberapa kepala daerah, pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat dan organisasi petani, mitra dan civitas akademika IPB University.

Mesin Fertigasi Nutriferads merupakan hasil karya inovatif para peneliti IPB University dari berbagai disiplin ilmu/multidisiplin di bawah koordinasi Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT IPB). Dilengkapi dengan database komprehensif, sensor canggih, dan sistem komputer cerdas, mesin ini mampu menganalisis kondisi tanah dan tanaman secara real-time. Menurut Prof. Anas D. Susila, peneliti utama riset ini, berdasarkan hasil analisis tersebut, mesin secara otomatis mengatur pemberian air dan pupuk sesuai dengan kebutuhan spesifik tanaman, memastikan penggunaan sumber daya yang efisien dan optimal.

Menurut Kepala PKHT, Prof. Dr. Awang Maharijaya, budidaya tanaman presisi diawali dari kegiatan pengelolaan kesehatan dan kesuburan tanah secara presisi.Penetapan rekomendasi dosis pupuk berdasarkan analisis tanah dilakukan sebelum penanaman. Hasil analisis tanah diproses melalui program aplikasi FERADS untuk menetapkan rekomendasi dosis pupuk. Hasil rekomendasi dosis pupuk dapat diaplikasikan pada budidaya tanaman secara otomatis menggunakan mesin NUTRI-FERADS, sehingga kebutuhan air dan pupuk dapat diberikan secara presisi. PKHT IPB dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia, melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang telah mendanai penelitian ini melalui Skema Rispro Invitasi.

Pihak LPDP yang diwakili oleh Direktur Fasilitasi Riset, Ir. Wisnu Sadjono Soenarso, M.Eng, menyampaikan penghargaan kepada IPB yang telah berhasil menyelesaikan riset dengan baik dan berharap inovasi ini segera sampai di masyarakat. Pihaknya akan mendorong stakeholders terkait untuk segera memanfaatkan hasil riset ini.

Prof. Ernan Rustiadi, Wakil Rektor IPB University, menjelaskan bahwa peluncuran mesin ini merupakan langkah nyata IPB University dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. “Salah satu faktor utama yang menghambat produktivitas hortikultura di Indonesia adalah kurangnya efisiensi dalam penggunaan air dan pupuk,” ungkap Prof. Ernan. “Mesin Fertigasi Nutriferads hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut, membantu para petani dalam meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka.”

Keunggulan utama Mesin Fertigasi Nutriferads diantaranya meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk hingga 30%, meningkatkan produktivitas tanaman hingga 40%, dan mempermudah pekerjaan petani, mengurangi penggunaan Hari Orang Kerja (HOK) secara signifikan (sekitar 70-80%).

Prof. Ernan optimis bahwa Mesin Fertigasi Nutriferads dapat diadopsi secara luas oleh para petani di seluruh Indonesia. “Saat ini, mesin DSS telah memasuki tahap pabrikasi melalui kerjasama dengan CV. Kharisma, mitra manufaktur dan komersialisasi. Mesin ini sudah dapat dipesan untuk memenuhi kebutuhan berbagai daerah, petani, dan pengusaha pertanian di Indonesia,” paparnya.

Peluncuran Mesin Fertigasi Nutriferads merupakan bukti nyata komitmen IPB University dalam berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian nasional. Dengan solusi inovatif ini, IPB University optimis dapat mendorong peningkatan produktivitas hortikultura, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia. IPB University merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan fokus pada bidang pertanian, sains, dan teknologi. IPB University memiliki komitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing, serta untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa.

Berita lainnya terkait Launching alat Nutriferads bisa dilihat di IPB Today :

https://www.ipb.ac.id/news/index/2024/03/ipb-university-launching-nutriferads-alat-fertigasi-dan-irigasi-otomatis/

INTERNALISASI DAN WORKSHOP WEB PUSAT STUDI

Pada hari Sabtu, 23 September 2023, Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengelolaan Website. Kegiatan ini diselenggarakan di Lab Hall B, Gedung LMITD dan diikuti oleh perwakilan masing-masing Admin Web Pusat Studi IPB. Kegiatan ini menghadirkan Afif Munandar dan Asep Denda is Purwanto sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Supervisor Data dan Operasional LMITD IPB, Pangudi Citraning Putra. ”Kegiatan ini sebagai internalisasi website Pusat Studi IPB serta agar membangun branding Pusat Studi di dunia maya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita bisa membangun portal informasi sehingga masyarakat dapat lebih mengenal masing-masing pusat studi secara utuh.” Ucapnya pada saat memberikan sambutan.
Workshop selama 1 hari ini diisi dengan praktik langsung pengelolaan website. Acara workshop dimulai dengan pemaparan dari pemateri lalu dilanjutkan dengan latihan membuat artikel dan mempublikasikannya di website.

Pada hari Sabtu, 23 September 2023, Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengelolaan Website. Kegiatan ini diselenggarakan di Lab Hall B, Gedung LMITD dan diikuti oleh perwakilan masing-masing Admin Web Pusat Studi IPB. Kegiatan ini menghadirkan Afif Munandar dan Asep Denda is Purwanto sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Supervisor Data dan Operasional LMITD IPB, Pangudi Citraning Putra. ”Kegiatan ini sebagai internalisasi website Pusat Studi IPB serta agar membangun branding Pusat Studi di dunia maya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita bisa membangun portal informasi sehingga masyarakat dapat lebih mengenal masing-masing pusat studi secara utuh.” Ucapnya pada saat memberikan sambutan.
Workshop selama 1 hari ini diisi dengan praktik langsung pengelolaan website. Acara workshop dimulai dengan pemaparan dari pemateri lalu dilanjutkan dengan latihan membuat artikel dan mempublikasikannya di website.

Pada hari Sabtu, 23 September 2023, Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengelolaan Website. Kegiatan ini diselenggarakan di Lab Hall B, Gedung LMITD dan diikuti oleh perwakilan masing-masing Admin Web Pusat Studi IPB. Kegiatan ini menghadirkan Afif Munandar dan Asep Denda is Purwanto sebagai narasumber. Acara dibuka oleh Supervisor Data dan Operasional LMITD IPB, Pangudi Citraning Putra. ”Kegiatan ini sebagai internalisasi website Pusat Studi IPB serta agar membangun branding Pusat Studi di dunia maya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita bisa membangun portal informasi sehingga masyarakat dapat lebih mengenal masing-masing pusat studi secara utuh.” Ucapnya pada saat memberikan sambutan.
Workshop selama 1 hari ini diisi dengan praktik langsung pengelolaan website. Acara workshop dimulai dengan pemaparan dari pemateri lalu dilanjutkan dengan latihan membuat artikel dan mempublikasikannya di website.

LMITD (ipb.ac.id)

PKHT IPB sebagai peserta