“Benarkah Gandasil B dan MSG Dapat Membuat Tanaman Berbunga?”

Source : Kompas.com
 
Peneliti Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB Endang Gunawan menjelaskan, gandasil dapat menyuburkan dan meningkatkan produksi tanaman. “Gandasil B tentunya bisa menyuburkan dan meningkatkan produksi tanaman, karena berupa pupuk berbentuk kristal yang diberikan dalam bentuk larutan dengan disemprotkan ke bagian tanaman,” kata Endang kepada Kompas.com, Jumat (30/7/2021).
Dia juga menjelaskan kelebihan gandasil B sebagai pupuk daun adalah adanya tambahan vitamin B1 dan senyawa lain sehingga respons tanaman menjadi lebih baik lagi. Untuk konsentrasi, dia menyarankan sebaiknya mengikuti anjuran yaitu 1-2 g/liter. Sementara itu, untuk MSG, menurut Endang, tidak semua tanaman akan merespons dengan baik. “MSG berpengaruh terhadap tanaman C4 (berdaun jarum) keluarga graminae, misal jagung, padi, dan tanaman cam (crassulacean acid metabolism). Seperti nenas, sansevera. Sedangkan tanaman selain itu kurang merespons,” kata dia.
Baca selengkapnya disini

“Praktisi IPB Bagikan Tips Agar Hasil Panen Pepaya California Optimal”

Source : Kompas.com

KOMPAS.com – Sebagai negara tropis, banyak jenis buah-buahan yang bisa tumbuh subur di Indonesia. Para peneliti di perguruan tinggi pun mengembangkan berbagai jenis buah yang bisa dibudidayakan di Indonesia. Praktisi budidaya pepaya dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Ahmad Kurniawan menerangkan, budidaya pepaya itu banyak keunggulannya. Seperti tidak musiman, produktivitasnya tinggi, daya adaptasi luas, bernilai ekonomis tinggi, harga relatif stabil dan umumnya disukai konsumen.

Baca selengkapnya disini

Diskusi PKHT IPB University: Pentingnya Konektivitas dalam Penyelenggaraan Akademik dan Riset

Diskusi dalam rangkaian kegiatan Webinar : Konektivitas Kegiatan Pusat Studi dalam Pelayanan Pendidikan dan Pencapaian Academic Exellence 

IPB University menjadi salah satu role model Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Maka dari itu, Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menggelar Ekspose: Konektivitas Kegiatan Pusat Studi dalam Pelayanan Pendidikan dan Pencapaian Academic Excellence, Jum’at (09/07). Kegiatan tersebut ditujukan bagi mahasiswa khususnya mahasiswa Sekolah Pascasarjana.

Prof Anas M Fauzi, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University menyebutkan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing, perguruan tinggi menekankan pada riset-riset yang memberikan dampak. Terkait dengan research for impact, mahasiswa diharapkan dapat melakukan riset tanpa terkungkung dengan perguruan tinggi saja namun juga masyarakat dan industri. Ia menyebutkan terdapat dua posisi penting yakni perguruan tinggi sebagai penghasil saintek dan masyarakat sebagai pengguna lulusan dalam memanfaatkan hasil riset……. [Artikel lengkap dapat dilihat disini]

Credit : IPB Today

https://bogor-kita.com/diskusi-pkht-ipb-university-pentingnya-konektivitas-dalam-penyelenggaraan-akademik-dan-riset/

Mahalnya Harga Buah Turunkan Daya Saing Ekspor

Kegiatan Panen Bersama di Kebun Percobaan PKHT

KEPALA Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB) Awang Maharijaya mengatakan potensi pasar ekspor hortikultura, terutama buah-buahan, masih sangat besar. Sayangnya, harganya terbilang mahal sehingga sulit berdaya saing di level ekspor.

“Ketika ada investor datang untuk produksi buah-buahan di Indonesia, investor akan mempertimbangkan ulang karena harga buah Indonesia sangat tinggi untuk ukuran ekspor,” paparnya dalam dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi IV DPR, kemarin.

Mahalnya harga buah di Indonesia, sambungnya, lantaran sistem produksi yang belum terstandar dan area penanam belum luas. “Termasuk belum terkorporasi dengan baik. Alha….

Artikel lengkap dapat dilihat disini 

EKSPOSE 2021

Peluang Emas untuk Mahasiswa Pascasarjana riset di Pusat Unggulan Ipteks PKHT

Dalam rangka meningkatkan pemahaman terkait Program Mahasiswa Pascasarjana terafiliasi di Pusat Studi (research center) dan Ekspose Konektivitas Kegiatan Pusat Studi dalam Pelayanan Pendidikan dan Pencapaian Academic Excellence, serta promosi Program Studi terkait, kami mengundang Ibu/Bapak/Sdr dan mahasiswa dalam ekspose dan webinar yang akan diselenggarakan pada

Hari Jumat, 9 Juli 2021 (08.00 – 11.40)

Pembukaan:
Dr. Ernan Rustiadi (Kepala LPPM IPB University)

Moderator:
Prof. M. Firdaus (Guru Besar IPB, peneliti PKHT IPB)

Pemateri:
1. Prof. Anas M. Fauzi (Dekan Sekolah Pascasarjana IPB)
2. Prof. Syafrida Manuwoto (Penasehat PKHT IPB)
3. Dr. Awang Maharijaya (Kepala PKHT IPB)
4. Prof. Sobir (Guru Besar IPB/Peneliti PKHT IPB)

Link pendaftaran (untuk mendapatkan link ZOOM): ipb.link/pusatakademik

Terima kasih, kami tunggu partisipasinya

More Info: 081398963443 (Kusuma)

Peningkatan Kapasitas Teknis Budidaya Pertanian yang Baik melalui Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Klaster Bawang Putih Kabupaten BoyolaliI

Kabupaten Karanganyar dan Boyolali merupakan salah satu sentra produksi hortikultura di Jawa Tengah. Komoditi holtikultura yaitu sayur-sayuran yang paling dominan dan relatif merata diusahakan oleh petani di wilayah tersebut. Di samping itu, potensi bawang putih di dua Kabupaten tersebut cukup besar dan mulai digalakkan kembali secara mandiri dan melalui program kemitraan dengan importir. Pengembangan pertanian bawang putih di Kabupaten Karanganyar terletak di Kec. Tawangmangu, Kec. Jatiyoso, Kec. Ngargoyoso dan Kec. Jenawi. Sedangkan pengembangan bawang putih di wilayah boyolali di Kec. Selo, di Desa Senden, Tarubarang, Jeruk, Selo, dan Samiran dengan total luas lahan tanam sekitar 87 hektare.

Salah satu kendala budidaya bawang putih adalah produksi umbi benih bawang putih yang memerlukan masa dormansi relatif lama yaitu 5-6 bulan. Masa dormansi yang relatif lama tersebut menyebabkan banyak petani enggan mengembangkan bisnis bibit bawang putih. Kebanyakan petani langsung menjual hasil panen bawang putih sebagai bawang konsumsi bukan sebagai bibit yang nilai ekonomisnya jauh lebih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan stok bibit bawang putih lokal berkualitas menjadi langka saat musim tanam tiba, sehingga tidak sedikit petani bawang butih kesulitan mendapatkan bibit yang berkualitas. Selain itu, lokasi penanaman bawang putih dengan topografi daerah pegunungan menyebabkan seringnya awan dan kabut frost turun ke lahan, sehingga intersitas penyinaran matahari menjadi berkurang. Hal ini tentu akan mengganggu proses fotosintesa tanaman tidak optimal yang dapat menghambat pertumbuhan vegetatif maupun pertumbuhan generatif pada tanaman yang akan berdampak pada pertumuhan umbi tidak maksimal.

Berdasarkan uraian di atas, maka penting untuk dilakukan pelatihan tentang teknis budidaya pertanian yang baik Good Agricultural Practices (GAP) dan inovasi teknologi ramah lingkungan untuk peningkatan produktivitas bawang putih. kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani dalam penerapan GAP dan adaptasi terhadap teknologi untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani.

II. TUJUAN KEGIATAN
a. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta mengenai manajemen bertani yang baik (Good Agricultural Practices).

b. Meningkatkan kemampuan manajerial dalam usaha produksi pertanian yang ramah lingkungan, aman dan berkualitas.

c. Meningkatkan kesadaran petani untuk mulai mengimplementasikan cara bertani yang baik melalui teknik Good Agricultural Practices.

d. Meningkatkan kesadaran petani terkait dengan pentingnya keamanan pangan, jaminan mutu, usaha agribisnis hortikultura berkelanjutan dan peningkatan daya saing.

e. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani untuk mengembangkan bibit yang berkualitas.

f. Meningkatkan efisiensi waktu pembibitan bawang putih.

g. Memberikan motivasi kepada petani bawang putih untuk kembali mengembangkan komoditas bawang putih yang lebih berkualitas.

https://solo.suaramerdeka.com/ekonomi/pr-05307858/tingkatkan-kualitas-bawang-putih-lokal-bi-solo-gelar-capacity-building-bagi-petani