Publikasi Nasional 2017

No Judul Nama Penulis Nama Jurnal Ket
1. Pewarisan sifat Beberapa karakter Kualitatif dan Kuantitatif pada Hipokotil dan Kotiledon Cabai (Capsicum annuum L.) Arya Widura Ritonga, Muhammad Syukur, Rahmi Yunianti, Sobir Jurnal Agronomi Indonesia Terbit
2. Pendugaan Parameter genetic dan seleksi Karakter Kuantitatif Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Populasi F3 Abdul Rahman Fajar Sidiq, Muhamad Syukur, Siti Marwiyah Buletin agronomi Terbit
3. Pewarisan Sifat Ketahanan Cabai terhadap Infestasi Aphis gossypii Glover (Hemiptera : Aphididae) Ady Daryanto, Muhamad Syukur, Awang Maharijaya, Purnama Hidayat Jurnal Hortikultura Indonesia 8(1) : 39-47. April 2017 Terbit
4. Pendugaan Ragam genetic dan Heritabilitas Karakter hasil dan Komponen Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Dua Lokasi Rudy Hermanto, Muhamad Syukur, Widodo Jurnal Hortikultura Indonesia 8(1) : 31-38. April 2017 Terbit
5. Keragaman Genetik Karakteristik Buah antar 17 Genotipe Melon (Cucumis melo L.) Amalia Nurul Huda, Willy Bayuardi, Awang Maharijaya Jurnal Hortikultura Indonesia 8(1): 1-12. April 2017 Terbit
6.

Publikasi Nasional  2017

Kentang Katineung

Deskripsi Varietas Kentang Katineung

Tanaman : kebiasaan tumbuh        : Menyebar
Tipe tanaman                                    : Tipe banyak daun
Tinggi tanaman                                 : Sedang
Ukuran daun                                     : Sedang
Susunan daun                                    : Tertutup
Daun: intensitas warna hijau daun : Gelap
Anak daun: rasio panjang/lebar     : Besar
Anak daun: pengombaan tepi         : Sedang
Tanaman: umur panen                    : Dalam
Umbi: bentuk                                    : Oval pendek
Umbi: kedalaman mata                   : Sedang
Umbi: warna kulit                            : Merah
Umbi: warna pangkal tunas            : Merah
Umbi: warna daging umbi               : Kuning muda

Kentang Katineung menjadi salah satu inovasi Indonesia dalam 107 Inovasi Indonesia dalam Kategori Pangan.

Tanda Daftar Varietas Tanaman Hasil Pemuliaan Kentang Katineung dapat dilihat di A6.10_katineung

Peresmian “Pusat Bibit Buah Nusantara Sebagai Pilar Revolusi Oranye”

Pusat Bibit Buah Nusantara Sebagai Pilar “Revolusi Oranye” 

Subang-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan Pusat Bibit Buah Nusantara yang merupakan pilar “Revolusi Oranye”, pada Selasa (12/12/2017) di Desa Curugrenden, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Revolusi Oranye adalah program nasional peningkatan daya saing buah nusantara dengan visi mengupayakan kemandirian konsumsi buah nasional, tidak bergantung pada impor serta menjadikan Indonesia sebagai salah satu eksportir besar buah-buahan tropis di Asia Tenggara pada tahun 2025 dan dunia pada tahun 2045.

Revolusi Oranye

Pada acara peresmian, Nasir mengharapkan bibit buah unggulan sebaiknya tidak diekspor, melainkan produk dari bibit buah saja yang diekspor. Menurutnya, jika kebanyakan ekspor, kemungkinan di tahun-tahun mendatang kita bisa menjadi importir negara lain. Nasir juga menyampaikan pentingnya standarisasi mutu bibit buah, hal ini agar konsumen di Indonesia bisa melihat buah yang baik.

“Banyak para peneliti kita yang menahan hasil penelitiannya agar tidak ditiru orang lain, inovasi yang tidak dikormesialisasikan, itu kurang bagus,” ungkap Nasir.

Senada dengan Menristekdikti, Rektor IPB Herry Suhardiyanto memiliki keyakinan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara exportir buah-buahan berkualitas. “ Jika kita bisa menghasilkan buah tropika asal nusantara, kemungkinan besar kedepannya kita akan menjadi eksportir yang berkualitas,” ujar Herry.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe mengatakan bentuk skema pendanaan Inovasi Perguruan Tinggi di industri ini adalah ‘Teaching Industry (Pembelajaran Berorientasi Industri), yang merupakan tempat pengembangan produk-produk inovasi dalam skala terbatas, dan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran tentang proses industrialisasi bagi para dosen, mahasiswa dan masyarakat.

“Untuk itu, Teaching Industry ini diharapkan dapat mendekatkan aktivitas belajar-mengajar pada pendidikan tinggi dengan kegiatan atau praktek yang biasa dilakukan di industry,” tutur Jumain Appe.

Ke depannya, di lokasi Pusat Bibit Buah Nusantara selain dikembangkan sebagai lokasi program ‘teaching industry’ dan berbagai bentuk pelatihan, juga akan dikembangkan lebih lanjut dan lebih luas menjadi ‘Fruit Paradise’ yang merupakan percontohan Orchard buah varietas unggul nasional, dan wahana ‘eduagrotourism’ berupa wisata pendidikan, pertanian dan umum.

Revolusi Oranye memiliki misi secara konsisten dan terus menerus memproduksi dan menyediakan produk buah nusantara yang berkualitas tinggi, memiliki nilai tambah dan kompetitif untuk pasar domestik dan internasional. Berdasarkan hasil riset strategis pengembangan buah unggulan nasional, Tim Kerja Revolusi Oranye menyimpulkan paling tidak ada 6 pilar yang harus dikuatkan untuk mencapai visi dan misi Revolusi Oranye, antara lain:

(1) Adanya Varietas Buah Unggul yang sesuai dengan Preferensi Pasar;

(2) Pengembangan Industri Pembibitan yang tepat varietas dan kualitas dengan skala industri;

(3) Penerapan Teknologi Budidaya berbasis Kawasan/Orchard;

(4) Pengembangan Cool Chain System dalam kegiatan Logistik;

(5) Pengembangan Pasar domestik dan ekspor serta

(6) Tumbuhnya Agroindustri buah Tropis.

Press Release Pusat Bibit Buah Nusantara sebagai Pilar “Revolusi Oranye”  bisa dilihat di :
Nursery Project_PRESS RELEASE

Berita Peresmian “Pusat Bibit Buah Nusantara Sebagai Pilar Revolusi Oranye”bisa di lihat di :