{"id":3991,"date":"2020-12-07T10:03:39","date_gmt":"2020-12-07T03:03:39","guid":{"rendered":"http:\/\/pkht.ipb.ac.id\/?p=3991"},"modified":"2020-12-07T10:03:39","modified_gmt":"2020-12-07T03:03:39","slug":"pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/","title":{"rendered":"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal"},"content":{"rendered":"<p>Cabai rawit merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki periode panen yang panjang sehingga sangat rentan terhadap anomali iklim. Adanya perubahan iklim yang sangat drastis misalnya curah hujan yang berlebih menyebabkan tanaman cabai rawit merah di sentra produksi Jawa Timur banyak yang busuk, sehingga produksi menurun. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya pasokan cabai nasional. Akibat rendahnya pasokan menyebabkan harga cabai rawit merah melambung tinggi yaitu Rp 170.000\/kg di Pasar Jakarta. Untuk mengatasi permasalahan produksi cabai rawit merah yang rentan terhadap perubahan anomali iklim dan menjaga kestabilan produksi dan harga maka perlu dilakukan kegiatan pengembangan varietas cabai rawit merah dengan periode panen pendek untuk antisipasi anomali iklim.<\/p>\n<p>Pada rangkaian penelitian sebelumnya PKHT-IPB telah mengumpulkan dan mengkarakterisasi beberapa koleksi plasma nutfah cabai rawit merah termasuk genotipe-genotipe lokal. Genotipe lokal memiliki keunggulan diantaranya, memiliki periode panen yang pendek dan mampu menyesuaikan dengan kondisi ekstrem. Beberapa koleksi tersebut sudah dievaluasi dan di karakterisasi. Diantara koleksi tersebut ada yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi varietas yang mempunyai periode panen pendek dan beradaptasi terhadap anomali iklim. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi cabai rawit merah di Indonesia. Penelitian ini terdiri atas beberapa percobaan, yaitu: (1) Penyediaan berkelanjutan sumberdaya genetik potensial; (2) Pengujian calon varietas unggul potensial (3) perakitan varietas dan (4) pendaftaran komersial varietas tanaman.\u00a0 Target TKT yang akan dicapai pada akhir tahun penelitian adalah 4.\u00a0 Kemajuan penelitian sampai November\u00a0 2019 adalah telah dilakukan penanaman dan peremajaan sebanyak 44 koleksi plasma nutfaf cabai rawit.\u00a0 Saat ini juga sedang dilakukan pengujian keunggulan salah satu calon varietas yang berpotensi dikembangkan sebagai varietas unggul.\u00a0\u00a0 Perakitan varietas baru cabai rawit.\u00a0 Perakitan varietas dilakukan melalui\u00a0 pendekatan yaitu: persilangan tetua potensial, mutasi untuk memperpendek periode panen dan dilanjutkan seleksi untuk mendapatkan genotipe unggul, sesuai kriteria yang dituju.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cabai rawit merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki periode panen yang panjang sehingga sangat rentan terhadap anomali iklim. Adanya perubahan iklim yang sangat drastis misalnya curah hujan yang berlebih menyebabkan tanaman cabai rawit merah di sentra produksi Jawa Timur banyak yang busuk, sehingga produksi menurun. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya pasokan cabai nasional. Akibat rendahnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-3991","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kegiatan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cabai rawit merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki periode panen yang panjang sehingga sangat rentan terhadap anomali iklim. Adanya perubahan iklim yang sangat drastis misalnya curah hujan yang berlebih menyebabkan tanaman cabai rawit merah di sentra produksi Jawa Timur banyak yang busuk, sehingga produksi menurun. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya pasokan cabai nasional. Akibat rendahnya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-12-07T03:03:39+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/\",\"url\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/\",\"name\":\"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-12-07T03:03:39+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-07T03:03:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/23db262d4f2576fa5a87123b479b4ed6\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/23db262d4f2576fa5a87123b479b4ed6\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1245f8720b6028e126c9f5208660dfd0e3cb8093ac73be42031f80b229cad5d9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1245f8720b6028e126c9f5208660dfd0e3cb8093ac73be42031f80b229cad5d9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/\"],\"url\":\"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal -","og_description":"Cabai rawit merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki periode panen yang panjang sehingga sangat rentan terhadap anomali iklim. Adanya perubahan iklim yang sangat drastis misalnya curah hujan yang berlebih menyebabkan tanaman cabai rawit merah di sentra produksi Jawa Timur banyak yang busuk, sehingga produksi menurun. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya pasokan cabai nasional. Akibat rendahnya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/","article_published_time":"2020-12-07T03:03:39+00:00","author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/","url":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/","name":"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#website"},"datePublished":"2020-12-07T03:03:39+00:00","dateModified":"2020-12-07T03:03:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/23db262d4f2576fa5a87123b479b4ed6"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/2020\/12\/07\/pengembangan-varietas-cabai-rawit-merah-tahan-anomali-iklim-berbasis-sumber-daya-lokal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengembangan Varietas Cabai Rawit Merah Tahan Anomali Iklim Berbasis Sumber Daya Lokal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#website","url":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/23db262d4f2576fa5a87123b479b4ed6","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1245f8720b6028e126c9f5208660dfd0e3cb8093ac73be42031f80b229cad5d9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1245f8720b6028e126c9f5208660dfd0e3cb8093ac73be42031f80b229cad5d9?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/"],"url":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3991"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3992,"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3991\/revisions\/3992"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkht.ipb.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}