Inisiasi Tunas Ganda Tanaman Manggis Malinau melalui Kultur In Vitro untuk Perbanyakan Klonal

Abstrak. Tanaman manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu komoditas ekspor yang paling menjanjikan. Masalah pengembangan tanaman ini adalah tanaman memiliki masa juvenil yang lama. Manggis tanpa biji dengan rasa manis dan juicy telah ditemukan di Malinau. Teknik perbanyakan in vitro memungkinkan diperolehnya bibit dalam jumlah banyak sepanjang musim. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula media yang tepat untuk meningkatkan proliferasi tunas. Penelitian terdiri atas induksi tunas dan multiplikasi serta pemanjangan tunas. Materi yang digunakan sebagai eksplan adalah bibit manggis segar berasal dari daerah Malinau. Eksplan yang digunakan berupa biji yang telah dibagi menjadi empat bagian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 sampai 16 mg BA L-1 dikombinasikan dengan 0.2 mg thidiazuron L-1 memberikan pengaruh terbaik untuk induksi tunas, yaitu pada minggu ke 6 setelah tanam dapat diperoleh 52 tunas eksplan-1 dengan rata-rata tinggi tunas 0.3 cm. Setelah dilakukan subkultur ke dalam media yang sama, jumlah tunas cenderung meningkat. Multiplikasi tunas, penggunaan konsentrasi BA (2-4 mg L-1) dan 0.05 mg thidiazuron L-1 terbukti efektif dalam memacu pembentukan tunas. Jumlah tunas per eksplan yang diperoleh pada media dengan pemberian 0.05 thidiazuron tanpa BA adalah 11.25 dan di media dengan 2 mg BA L-1 + 0.05 mg thidiazuron L-1 adalah 8.7 tunas eksplan-1. Media terbaik untuk perpanjangan tunas adalah MS + 1 mg BA L-1 + 2 kinetin L-1, dan panjang tunas yang diperoleh berkisar antara 0.5-0.8 cm.

Kata kunci: BA, Garcinia mangostana, kultur in vitro, multiplikasi tunas, thidiazuron

Selengkapnya

This entry was posted in Publikasi Nasional, Tahun 2013, Tahun 2013. Bookmark the permalink.