Radiosensitivitas dan Seleksi Mutan Putatif Jeruk Keprok Garut

Abstrak. Jeruk keprok garut adalah jeruk komoditas lokal yang memiliki beberapa keunggulan, tetapi jeruk ini tidak dapat bersaing dengan jeruk dari negara lain. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan kualitas jeruk melalui program pemuliaan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dosis letal 50 (LD50) dari kalus jeruk keprok garut dan melakukan seleksi tunas mutan putative hasil regenerasi melalui penanda morfologi. Kalus diradiasi pada dosis 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 Gy dan diregenerasi melalui tahapan embryogenesis somatik. Hasil analisis melalui program Curve Expert 1.4 software diperoleh radiosensitivitas LD50 dari kalus jeruk keprok garut adalah 75.31 Gy. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi pada morfologi dan berat kalus. Kalus yang diiradiasi pada dosis 0-50 Gy pertumbuhannya tidak terhambat sedangkan kalus yang diiradiasi di atas 60-100 Gy pertumbuhannya terhambat. Iradiasi sinar gamma juga berpengaruh pada pembentukan embrio somatik. Jumlah embrio somatik tertinggi pada media pendewasaan dihasilkan
pada perlakuan dosis 20 dan 100 Gy, dan dalam media perkecambahan dihasilkan planlet terbanyak pada perlakuan dosis 20 dan 40 Gy. Keragaman berdasarkan morfologi hasil seleksi tunas regeneran yang dihasilkan sekitar 0-58%.

Kata kunci: dosis letal 50 (LD50), iradiasi gamma, pendewasaan, perkecambahan, somatic embrio

Selengkapnya

This entry was posted in Publikasi Nasional, Tahun 2015, Tahun 2015. Bookmark the permalink.