Karakterisasi Morfologi dan Evaluasi Daya Hasil Sayuran Polong Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC)(Yield Potential Evaluation and Characterization of Pod Vegetables Winged Bean)

Abstrak. Tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC) memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai jenis sayuran polong. Selama ini, budidaya tanaman kecipir dilakukan secara tradisional sehingga informasi mengenai produksi dan keunggulannya masih sangat terbatas. Balai Penelitian Tanaman Sayuran memiliki koleksi kecipir yang memperlihatkan keragaman morfologi maupun produksi polongnya. Tujuan penelitian adalah memperoleh data karakterisasi tujuh nomor kecipir dan mendapatkan sedikitnya satu nomor kecipir yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan dari bulan Mei sampai Oktober 2013 di Kebun Percobaan Margahayu, Lembang (1.250 m dpl.). Tujuh nomor kecipir ditanam dengan rancangan acak kelompok lengkap, dengan lima ulangan. Karakterisasi dilakukan mengikuti AVRDC GRSU characterization data sheet. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa tujuh nomor kecipir seragam untuk karakter warna batang (hijau), warna daun (hijau), warna kaliks (hijau), warna bunga (ungu), dan bercak pada polong (tidak ada). Keragaman muncul pada karakter bentuk anak daun, bentuk polong, warna polong, dan warna sayap polong. Anak daun berbentuk ovate lanceolate (KCP A), ovate (KCP C dan KCP D), dan deltoid (KCP B, KCP E, KCP F, dan KCP G). Polong KCP C berbentuk semi datar, sedangkan enam nomor lainnya berbentuk rectangular. Produksi polong muda tertinggi dihasilkan oleh KCP C, yaitu jumlah polong per tanaman (62,84), berat polong per tanaman (800,04 g), dan berat polong per plot (7,82 kg). Keunggulan lain KCP C adalah kandungan serat polong mudanya tertinggi dibanding nomor lain, yaitu 2,89%.

Katakunci: Psophocarpus tetragonolobus; Kecipir; Daya hasil; Morfologi; Polong

Selengkapnya

This entry was posted in Publikasi Nasional, Tahun 2015, Tahun 2015. Bookmark the permalink.