Pengembangan Varietas dan Teknologi

Pengembangan Varietas dan Teknologi Sayuran Utama dan Indigenous untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Upaya peningkatan supply hortikultura nasional memerlukan pengembangan teknologi yaitu varietas unggul dan teknologi produksi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil serta dukungan teknologi pasca panen dan sistem pemasaran yang efisien. Perlu upaya yang fokus dengan pendekatan menyeluruh mulai dari pengembangan varietas baru, teknologi produksi lapang, teknologi pasca panen dan pengolahan hingga diseminasi ke petani dan pemasaran.  Hasil-hasil yang dicapai melalui kegiatan ini memiliki manfaat antara lain: (1) Varietas sayuran yang adaptif pada lahan sub optimal menyebabkan berkurangnya eksploitasi lahan konservasi (dataran tinggi) sehingga kualitas lingkungan dapat  terjaga; (2) Teknologi produksi yang dapat mendukung pertumbuhan, produktivitas dan kualitas hasil sayur sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat; (3) Teknologi pasca panen yang dikembangkan akan dapat memperpanjang shelf life dan mendukung suplai chain sehingga dapat menjaga stabilitas harga dan kontinuitas suplai; (4) Teknologi pengolahan akan meningkatkan nilai tambah bagi produk yang dikembangkan; (5) Pembangunan ekonomi akan bergerak dengan paradigma ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari dan pemberdayaan potensi masyarakat pedesaan.

Lingkup kegiatan dan metode yang digunakan adalah: (1) Pengembangan varietas unggul dikembangkan melalui serangkaian kegiatan pemuliaan tanaman mulai dari eksplorasi, karakterisasi, hibridisasi, seleksi, evaluasi, dan uji multilokasi. Calon varietas yang diperoleh selanjutnya diperbanyak setelah sebelumnya didaftarkan ke Kantor PVTPP untuk mendapatkan ijin edar. (2) Perbanyakan benih akan dilakukan bekerjasama dengan mitra industri benih. (3) Pengembangan teknologi budidaya merupakan optimasi dari paket-paket teknologi yang sudah ada berdasarkan kondisi aktual wilayah pengembangan. Teknologi budidaya tersebut antara lain meliputi teknik persiapan lahan dan pengolahan tanah, pemupukan, pengairan, pengelolaan tanaman dan buah, serta pengendalian hama dan penyakit. (4) Pengembangan teknologi pasca panen meliputi teknik untuk memperpanjang masa simpan dan teknologi pengolahan yang dilakukan dengan modifikasi alat dan optimasi lingkungan (suhu, waktu, kelembaban) dalam proses pasca panen. (5) Diseminasi/difusi hasil riset dilakukan melalui sosialisasi, publikasi, promosi, dan uji terap untuk mendekatkan produk (varietas, teknologi) ke pengguna (konsumen, petani, pasar). Kegiatan diseminasi dilakukan dengan pendekatan kelembagaan yang melibatkan empat komponen ABGC yaitu akademisi (academics), industri (business), pemerintah (government), dan masyarakat (community).

cabe

Varietas ANIES, cabai besar yang pedas.  Sudah dilepas sebagai varietas unggul berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 008/Kpts/SR.120/D.2.7/2/2015

cabe-cabe

cabe hias

Cabai hias : Lembayung, Jelita, dan Viola

tomat

Varietas TORA, tomat besar yang tahan terhadap pecah buah. Sudah melalui uji kebenaran dan keunggulan varietas. Sudah dilepas sebagai varietas unggul berdasarkan SK Menteri Pertanian No : 084/Kpts/SR.120/D.2.7/7/2015

tomat

Beberapa genoptipe hasil persilangan

 

 

 

 

 

 

 

 

This entry was posted in Kegiatan, Kegiatan. Bookmark the permalink.